Infoku..Infomu..Info Kita..

Mitos Situ Babakan

Cagar budaya yang terletak di Pinggiran Kota Jakarta ini terletak di daerah Srengseng Sawah yang merupakan salah satu tempat penyerapan air. Dahulunya tempat tersebut merupakan danau kecil tempat bermuaranya salah satu sungai yang berasal dari daerah Bogor.


Warga setempat mempercayai berbagai cerita mistik yang ada di tempat itu, salah satunya bahwa ditempat itu ditunggui oleh berupa buaya putih dan buaya bunting, yang apabila ada tamu yang datang kesana maka budaya itu akan mengapung diatas air. Sedangkan buaya guntung itu tidak dipercayai tidak menggangu. 
Masyarakat disana juga mempercayai bahwa setiap 1 tahun sekali ditempat itu akan meminta tumbal, percaya apa tidak tetapi semua itu nyata, namun semua itu sudah agak hilang karena zaman sudah mulai modern tetapi warga setu babakan masih mempercayainya.

Dahulunya warga setempat ingin mencari ikan harus membuat sebuah pesta dengan syarat memotong kerbau dan membuat ancak atau sesajen supaya mendapat ikan yang banyak. Tujuan dari pesta tersebut yaitu untuk meminta izin kepada yang mempunyai tempat. Namun sekarang kebisaan itu sudah tidak di adakan oleh warga dan mungkin kebudayaan atau kebiasaan itu sudah hilang di makan zaman.

Dongeng Tentang Situ Babakan

Pada suatu ketika disebuah daerah didekat danau yang oleh warga sekitar disebut sebagai Setu Babakan terdapat sepasang remaja yang saling berkasih-kasih namun kisah percintaan mereka tak disetujui oleh orang tua si gadis. Sebab si pemuda amatlah miskin.

Suatu ketika, berkatalah pemuda itu kepada kekasihnya, "Dik, orang tua adik jelas-jelas tak menyetujui hubungan kita", Pemuda itu menjelaskan, "Mungkin karena abang orang miskin. Karena itu abang hendak pergi merantau. Siapa tahu nasib abang membaik. Dan jika kita memang berjodoh, kelak pasti kita akan dapat bersama lagi".

"Jika memang itu keputusan abang, pergilah". sahut gadis itu dengan berlinang air mata. "Tetapi jika abang sudah berhasil di rantau, lekaslah pulang". Dengan diiringi linangan air mata, pergilah pemuda itu. Setahun telah berlalu. Tak ada kabar mengenai pemuda itu. Si gadis mulai resah, apalagi orangtuanya telah menjodohkan dirinya dengan laki-laki lain.

Saat pernikahannya kian dekat, gadis itu kian gelisah. Ia masih berharap pemuda idamannya akan kembali. Namun harapan tinggal harapan. Akhirnya gadis itu putus asa. Ia pergi ke Danau (Setu) Babakan. Dengan perasaan hancur ia menceburkan dirinya ke sana. Para siluman penghuni danau itu menaruh belas kasihan pada gadis itu. Maka ia tak mati terbenam di danau itu, tetapi menjelma menjadi buaya putih.

Hingga kini, buaya putih itu masih setia menjaga danau itu. jikalau ada orang berbuat tak senonoh di sekitar danau, maka orang itu akan menjadi korban buaya putih Setu Babakan. Itulah cerita legenda rakyat Jakarta tentang asal muasal adanya buaya putih dikawasan Setu Babakan yang kini telah menjadi kawasan cagar budaya masyarakat Betawi.

0 Response to "Mitos Situ Babakan"